Sabtu, 10 Januari 2015






Microbio-Lab
Jual Aneka Isolat Mikroba Untuk Riset
Telp : 089630561325










Corynebacterium glutamicum atau memiliki nama lain Brevibacterium lactofermentum merupakan salah satu bakteri yang memiliki manfaat cukup baik bagi manusia. Alangkah baiknya jika kita dapat mengenal lebih jauh mengenai bakteri ini. Corynebacterium glutamicum adalah bakteri tanah Gram-positif  yang tidak bergerak. Secara fisik berbentuk batang dengan ujung membengkak dalam bentuk serupa dengan klub. Tidak menghasilkan spora. Mengandung katalase dan menggunakan metabolisme fermentasi untuk memecah karbohidrat. Pertama kali ditemukan di Jepang pada 1950-an, dan telah penting di bidang bioteknologi.



Struktur Genom
Glutamicum C. memiliki kromosom melingkar dan plasmid, terdiri dari 3.314.179 nukleotida. Genom ini diambil dari glutamicum galur wild type C. ATCC 13032. Glutamicum C. juga memiliki satu plasmid melingkar, pCGR1, yang memiliki 49.120 nukleotida.
Struktur dan metabolisme sel
Dapatmemecah karbohidrat melalui proses fermentasi yang dapat mengambil karbon dari berbagai sumber, seperti beberapa senyawa aromatik.  Berdasarkan struktur,  dinding sel Glutamicum C unik. Selain lapisan peptidoglikan, dinding sel terdiri dari asam rantai pendek mycolic, bersama dengan beberapa lemak lainnya (asam meso-diaminopimelic dan polimer arabino-galactan)  Melalui metabolisme, glutamicum C. mensintesis produk seperti serin, glutamat, dan lisin(asam amino).
Klasifikasi
Kingdom         : Bacteria
Phylum            : Actinobacteria
Orde                : Actinomycetales
Sub orde          : Corynebacterineae
Family             : Corynebacteriaceae
Genus              : Corynebacterium
Spesies            : Glutamicum
Lehmann & Neumann 1896
Manfaat
  1. Dapat menghasilkan Monosodium Glutamat (MSG) yang berguna sebagai penguat rasa, menghilangkan rasa tidak enak yang terdapat pada bahan makanan tertentu dalam industri makanan.
Monosodium Glutamat (MSG) adalah kristal putih yang biasanya dibuat sebagai pelengkap bumbu masak yang mempunyai cita rasa yang kuat. Monosodium Glutamat (MSG), merupakan turunan kimia L-Glutamic acid monosodium salt, yang jika di-Indonesia-kan menjadi garam natrium dari asam glutamate(natrium glutamate atau sodium glutamate). Sodium itu nama lain dari Natrium. Sedangkan ikatan aslinya adalah asam glutamat atau glutamic acid yang mampu mengikat dua ion positif. Karena unsur Na hanya memiliki satu valensi, maka masih ada satu unsur asam. Karena yang diikat baru satu, maka disebut mono, artinya satu. Satu sodium asam glutamat alias monosodium glutamat disingkat menjadi MSG. Dan rumus kimianya: C5H8NNaO4. Dari strukturnya MSG memiliki satu karbon asimetrik yaitu karbon empat dari kiri. Karbon tersebut terikat oleh 4 gugus yang saling berbeda sehingga merupakan bentuk isomer yang aktif. Bentuk garam yang terikat pada karbon empat dari kiri ini memiliki kekutan membangkitkan atau mempertegas citarasa dari daging, ikan atau jenis makanan lainnya.
MSG dibuat melalui proses fermentasi dari tetes-gula (molases) oleh bakteri (Brevibacterium lactofermentum). Dalam peroses fermentasi ini, pertama-tama akan dihasilkan Asam Glutamat. Asam Glutamat yang terjadi dari proses fermentasi ini, kemudian ditambah soda (Sodium Carbonate), sehingga akan terbentuk Monosodium Glutamat (MSG). MSG yang terjadi ini, kemudian dimurnikan dan dikristalisasi, sehingga merupakan serbuk kristal-murni, yang siap di jual di pasar.
  1. Ekologi
    Glutamicum C. membuat banyak kontribusi bagi lingkungan karena dapat digunakan dalam bioremediasi, seperti arsen. Penelitian juga dilakukan menggunakan glutamicum C. untuk menghasilkan plastik biodegradable.
Efek MSG
  1. Penambahan MSG pada makanan dapat menurunkan kandungan zat gizi makanan tersebut, dimana terjadi pengurangan berat bahan pembuatnya, sehingga nilai gizinya pun menurun. Penambahan MSG memang dapat meningkatkan kadar natrium dalam makanan. Dalam 1 gram MSG, kira-kira mengandung 200 mg natrium. Natrium merupakan zat yang harus dibatasi oleh kelompok usia lanjut, terutama mereka yang mengidap penyakit jantung, hipertensi, dan ginjal. MSG juga dapat menyebabkan penyakit hipertensi dan kanker.
  2. Glutamicum C. adalah bakteri non-patogenik, walaupun spesies terkait, C. diphtheriae patogen dan menyebabkan difteri pada manusia melalui eksotoksin kuat yang dihasilkannya. Hal ini biasanya dapat diobati oleh Antitoxin, toxoid, dan antibiotik.
Media untuk Fermentasi
  • AiràAir adalah komponen utama untuk semua media fermentasi , dan ini dibutuhkan dalam mendukung kelancaran proses
  • Sumber energiàEnergi untuk tumbuh berasal dari oksidasi dari komponen medium atau cahaya.
  • Sumber karboàDalam prakteknya, karbohidrat digunakan sebagai sumber karbon dalam prosese fermentasi mikrobia.
  • Sumber nitrogen.
  • Mineraàmedia magnesium, fosfor, potassium, sulfur, kalsium dan klorin adalah komponen penting, dikarenakan konsentrasinya yang dibutuhkan dimana bahan tersebut harus ditambahkan sebagai komponen yang berbeda
  • Vitamin
  • Kebutuhan akan oksigen

Jumat, 09 Januari 2015







Microbio-Lab
Jual Aneka Isolat Mikroba Untuk Riset dan Industri
Telp : 089630561325










Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin. Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein. Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang.

E. Coli yang tidak berbahaya dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K2, atau dengan mencegah bakteri lain di dalam usus.

E. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. Negara-negara di eropa sekarang sangat mewaspadai penyebaran bakteri E.Coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor sayuran dari luar.
Sumber :  http://id.wikipedia.org



Microbio-Lab
Jual Aneka Isolat Mikroba Untuk Riset dan Industri
Telp : 089630561325




OPTIMALISASI PRODUKSI MINYAK KELAPA DENGAN PROSES FERMENTASI OLEH CANDIDA UTILIS DAN SACCHAROMYCES ELLIPSOIDES LACTOBACILLUS BULGARICUS L CASEI

            Minyak kelapa berasal dan daging buah kelapa ( Cocos nucifera 1), yang dapat diproses secara kering dan secara basalt Proses pernbuatan minyak secara kering dilakukan dengan membuat kopra kemudian dikempa untuk menghasilkan minyak, Proses pembuatan kelapa secara basah dikelompoklcan menjadi 2 cara yaitu proses ekstraksi dan proses fermentasi.(Murdiati, 1988) Proses pembuatan minyak kelapa dengan cara fermentasi, akan memberikan beberapa kemudahan antara lain, tidak boros energi, waktu proses lebih cepat, produksi dalam skala besar akan sangat menguntungkan. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan bantuan ragi misalnya campuran antara candida utilis dan saccaromyces ellipsoides, atau secara praktis dengan menggunakan ragi tape, dengan bantuan bakteri asam laktat :Lactobacillus bulgaricus I easel, atau secara praktis dapat digunakan air nira yang telah diasamkan dan dapat pula menggunakan enzim protease sebagai pengurai protein yang terdapat dalam santan kelapa atau secara praktis dapat digunakan isi tubuh kepiting darat (keuyeup atau yuyu ) (14.Linus„ 1998).
            PERUMUSAN MASALAH Produksi minyak kelapa dengan proses fermentasi, merupakan pengganti proses pembuatan minyak kelapa dengan menggunakan panas yang boros energi, dan karena jumlah energi yang tidak terkendali dengan baik menyebabkan mutu minyak kelapa akan turun. Proses fermentasi dapat menghasilkan minyak dengan kualitas yang konstan setiap saat, hanya dengan mengatur perbandingan bahan baku dengan ragi atau enzim yang dipergunakan, dan teknologi fermentasi ini dapat dilaksanakan di pedesaan Keberhasilan produksi minyak kelapa secara kuantitatif dan kualitatif dengan cara fermentasi ditentukan oleh perbandingan antara santan kelapa dan jumlah ragi atau bakteri atau enzim yang dipergunakan, serta kondisi operasi fermentasi. Untuk maksud tersebut perlu diadakan penelitian tentang fermentasi kelapa menjadi minyak, dengan ragi ( candida utilis dan saccaromyces ellipsoides , dengan balcteri lactobacillus bulgaricus 1actobacillus casei, serta enzim protease. Penentuan kualitas minyak kelapa Minyak kelapa kualitasnya ditentukan oleh beberapa faktor antara lain : angka iod, angka asam lemak bebas, angka peroksida, dan kadar air Angka iod mencenninkan ketidak jenuhan asam lemak penyusun minyak, makin tinggi angka iod makin banyak ikatan rangkapnya, hal ini memacu laju oksidasi, sehingga minyak cepat menjadi tengik Minyak dengan angka iod tinggi apabila dikonsumsi akan memacu pembentukan kolesterol ( (Tranggono, 1988) Angka again yang besar menunjukkan asam lemak bebas yang besar yang berasal dari hidrolisa minyak atau karena proses pengolahan yang kurang baik, makin tinggi angka asam, makin rendah kualitasnya.(Slamet, 1989) Angka peroksida berfungsi untuk menguji kerusaknn minyak karena oksidasi, atau autooksidasi, yang menyebabkan minyak menjadi tengik (rancid), sehingga menyebabkan aroma dan rasa yang tidak dikehendaki.. Makin tinggi angka peroksida makin rendah kualitasnya.(Slamet, 1989) Rancangan percobaan yang digunakan adalab rancangan acak lengkap berblok. Surnber variasi adalah perbandingan substrat dan katalisator Dari pengamatan yang telah dilakukan biokatalisator yang efektif berturut-turut adalah kepiting, R.oligosporus, L.bulgaricus, S.cereviceae dan. C.utilis dengan menggunakan perbandingan antara substrat dan inokulum tetap didapatkan basil paling optimum adalah dengan perbandingan 3:1. Efisiensi yang diperoleh dengan biokatalisator diatas berturut-turut : 76,45%, 56%, 41,3%, 26,68% dan 20,38% Pengujian angka peroksida sampai urnur simpan satu minggu besamya 3,3-3,7, angka asam 0,017 dan angka iod 8,1 , basil ini mernenuhi standar untuk minyak makan. 
Sumber :  http://eprints.undip.ac.id

Rabu, 07 Januari 2015





Microbio-Lab
Jual Media Lab Mikroba dan Aneka Isolat Mikroba
Telp : 089630561325






Mikroorganisme adalah mahluk hidup jazad renik yang dalam pertumbuhannya membutuhkan nutrisi yang cukup, baik bahan alami maupun sintetis. Media berfungsi untuk menumbuhkan bakteri, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah bakteri. Jenis nutrisi yang digunakan bergantung kepada jenis bakteri yang dikembangbiakkan. Proses pembuatan media harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media.
Untuk menciptakan keadaan lingkungan yang tepat secara sintetis sebagai pengganti keadaan alam, maka diperlukan persyaratan tertentu agar bakteri dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam media. Persyaratan tersebut yaitu: 1). Media harus mengandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bakteri; 2). Media harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan bakteri; 3). Media harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditanami bakteri yang dimaksud tidak ditumbuhi oleh mikrobia lain.
A.    Bentuk media
Bentuk media ditentukan oleh ada tidaknya penambahan zat pemadatan, seperti agar-agar, gelatin dan sebagainya. Ada tiga bentuk media, yaitu:
1).Media padat
Media digunakan bahan pemadat, misalnya agar-agar. Jumlah tepung agar yang ditambahkan tergantung kepada jenis mikrobia yang dibiakkan. Bila mikrobia memerlukan kadar air tinggi maka jumlah tepung agar harus rendah/sedikit, tetapi bila kadar air harus rendah makan penambahan tepung agar harus lebih banyak. Media padat umumnya dipergunakan untuk bakteri, ragi, jamur atau mikroalgae. Media ini terdiri dari tiga macam bentuk, yaitu:
  • Bentuk lempeng, media dibekukan di dalam cawan petri.
  • Bentuk miring, media dibekukan dalam keadaan miring di dalam tabung reaksi.
  • Bentuk tegak, media dibekukan dalam keadaan tegak dalam tabung.
2. Media cair
Jika pengembangbiakan tidak ditambahkan zat pemadat. Umumnya dipergunakan untuk pembiakan mikroalgae, bakteri dan ragi.
3. Media semi padat atau semi cair,
            Jika penambahan zat pemadat hanya 50% atau kurang. Umumnya diperlukan untuk pertumbuhan mikrobia yang banyak memerlukan kandungan air dan hidup anaerobik atau fakultatif, atau untuk pemeriksaan pergerakan bakteri.
B. Susunan Media
             Sesuai dengan fungsi fisiologi dan masing-masing komponen yang terdapat di dalam media, maka susunan media mempunyai kesamaan isi, yaitu:
  • Kandungan air
  • Kandungan nitrogen, baik berasal dari protein, asam amino, dan senyawa lain yang mengandung nitrogen. Sebagian besar digunakan untuk sintesis protein dan asam-asam nukleat.
  • Kandungan karbon berasal dari karbohidrat, lemak, dan senyawa-senyawa lain yang diperlukan sebagai sumber energi bagi reaksi-reaksi sintesis dalam pertumbuhan, pemeliharaan keseimbangan cairan, bergerak dan sebagainya.
  • Kandungan garam-garam anorganik, baik unsur makro maupun mikro, seperti fosfat, potasium, sodium, besi, mangan, magnesium, dan sulfat
  • Kandungan vitamin dan asam-asam amino sebagai unsur tambahan bagi pertumbuhan dan sintesis metabolik esensial. 
C. Jenis Media
             Berdasarkan persyaratan mengenai susunan media bagi pertumbuhan bakteri, maka media dapat berupa:
  1. Media alami
            Yaitu media yang disusun oleh bahan-bahan alami seperti kentang, touge, daging, umbi-umbian dan sebagainya, pada saat ini media alami yang banyak digunakan adalah dalam bentuk kultur jaringan. Contoh media alami yang paling banyak digunakan adalah penggunaan telur untuk pertumbuhan dan perkembanganbiakan virus.
  1. Media Sintetik Atau Buatan
Yaitu media yang disusun oleh senyawa-senyawa kimia baik organik maupun anorganik.
                        Contoh media sintetik bagi pertumbuhan bakteri Clostridium:
                        K2HPO4              0,5 gram
                        KH2PO4              0,5 gram
                        MgSO4                0,1 gram
                        NaCl                0,1 gram
                        CaCO3             secukupnya
  1. Media Semi Sintetik
Yaitu media yang tersusun oleh campuran bahan-bahan alami dan bahan-bahan sintetik.
                        Misalnya:        Kaldu nutrisi untuk pertumbuhan bakteri:
                                                Pepton                         10 gram
                                                Ekstrak daging 10 gram
                                                NaCl                            5 gram
                                                Aquades                       1 liter
D. SIFAT MEDIA
             Penggunaan media bukan hanya untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan mikrobia, tetapi juga untuk tujuan-tujuan lain seperti isolasi, seleksi dan diferensiasi biakan yang didapat. Artinya penggunaan beberapa jenis zat tertentu  yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perrkembangbiakkan mikrobia, banyak juga dilakukan dan digunakan. Sehingga masing-masing media mempunyai sifat (spesifikasi) tersendiri sesuai dengan maksudnya. Berdasarkan sifat-sifatnya, media dibedakan menjadi:
1. Media dasar/ umum
             Yaitu media pembiakan sederhana yang mengandung zat-zat yang umum diperlukan oleh sebagian besar mikroorganisme dan dipakai juga sebagai komponen dasar untuk membuat media pembiakan lain.
2. Media diperkaya
             Media ini dibuat dari media dasar dengan penambahan bahan-bahan lain umtuk mempersubur pertumbuhan mikrobia tertentu, yang pada media dasar tidak dapat tumbuh dengan baik. Untuk itu dibutuhkan beberapa penambahan nutrisi pengaya ke dalam media dasar yang dapat menyokong pertumbuhan mikrobia, misalnya dengan menambahkan darah, serum atau ekstrak hati.
3. Media diferensial
            Media ini digunakan untuk membedakan bentuk dan karakter koloni mikrobia yang tumbuh. Beberapa mikrobia dapat tumbuh di dalam media ini, tetapi hanya beberapa jenis saja yang mempunyai penampilan pertumbuhan yang khas. Media ini berfungsi untuk isolasi dan identifikasi bakteri.
4. Media selektif
            Media ini digunakan untuk menyeleksi  pertumbuhan mikrobia yang diperlukan dari campuran mikrobia-mikrobia lain yang terdapat dalam bahan yang akan diperiksa. dengan penambahan zat-zat tertentu mikrobia yang dicari dapat dipisahkan dengan mudah. Media ini sangat berguna untuk identifikasi. Contohnya, SS-agar (agar Salmonella-Shigella) yang digunakan untuk mengisolasi bakteri jenis  Salmonella dan Shigella.
5. Media Uji
            Media ini digunakan untuk pengujian senyawa atau benda tertentu dengan bantuan mikrobia. Misalnya, media penguji vitamin, antibiotika, residu pestisida, residu deterjen dan lain-lain. Media ini disamping tersusun oleh senyawa dasar untuk kepentingan pertumbuhan dan perkembangbiakan mikrobia, juga sejumlah senyawa tertentu yang akan diuji.
6. Media Enumerasi
             Media ini digunakan untuk menghitung jumlah mikrobia pada suatu biakan. Media ini dapat berbentuk media dasar, media selektif, media diferensial maupun media uji.
E. Penyiapan Media
             Media alami, misalnya susu skim, tidak menimbulkan masalah di dalam penyiapannya sebagai media; hanya semata-mata dituang kedalam wadah-wadah yang sesuai seperti tabung reaksi atau labu dan disterilkan sebelum digunakan. Media dalam bentuk kaldu nutrien atau yang mengandung agar disiapkan dengan cara melarutkan masing-masing bahan yang dibutuhkan atau lebih mudah lagi dengan cara menambahkan air pada suatu air pada produk komersial berbentuk medium bubuk yang sudah mengandung semua nutrien yang dibutuhkan. Pada praktisnya semua media tersebut secara komersial dalam bentuk bubuk, dan juga dalam bentuk siap pakai di dalam cawan-cawan petri, tabung atau botol.
                  Penyiapan media bakteriologis selain media alamiah mengikuti langkah-langkah berikut:
  • Setiap komponen atau medium terdehidrasi yang lengkap dilarutkan dalam air suling dengan volume yang sesuai.
  • pH (derajat keasaman dan kebasaan) medium fluida ditentukan dan disesuaikan (dengan penambahan larutan basa atau asam) dengan nilai optimum bagi pertumbuhan bakteri yang akan dikultivasi. pH ditentukan dengan menggunakan indikator pH.
  • Medium tersebut dituang kedalam wadah yang sesuai seperti tabung, labu, atau botol dan ditutup dengan sumbat kapas atau tutup plastik atau logam sebelum disterilisasi.
  • Medium itu disterilkan, biasanya dengan menggunakan autoklaf; proses ini menggunakan panas dibawah tekanan uap.
F. Kondisi fisik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe bakteri, dibutuhkan suatu kombinasi nutrien serta lingkungan  fisik yang sesuai, seperti;
1)            Suhu
2)            Atmosfer gas
3)            Keasaman atau kebasaan (pH)
G. Pilihan Media Dan Kondisi Inkubasi
Untuk dapat memilih dengan baik media dan kondisi fisik, haruslah dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1)      Apakah bakteri yang akan diisolasi itu aerobik atau anaerobik?
2)      Apakah spesimen itu mengandung bakteri autotrofik atau heterotrofik, dan bila demikian apakah kedua tipe tersebut akan dikultivasi?
3)      Apakah spesimen itu mengandung organisme termofilik, mesofilik atau psikrofilik?
Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi:
1.  Lactose Broth
          Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5% laktosa.
2. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikrobia yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikrobia yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Sedangkan mikrobia lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Namun demikian, jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E.coli. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat), tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0,1 ml contoh air.
3. Nutrient Agar
            Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Untuk komposisi nutrien agar adalah eksrak beef 10 g, pepton 10 g, NaCl 5 g, air desitilat 1.000 ml dan 15 g agar/L. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.
4. Nutrient Broth
           Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut:
1)      Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.
2)      Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.
3)      Atur pH sampai 7,0.
4)      Beri air distilasi sebanyak 1.000 ml.
5)      Sterilisasi dengan autoklaf.
5. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar)
            MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann, Rogosa, dan Shape (1960) untuk memperkaya, menumbuhkan, dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS agar mengandung polysorbat, asetat, magnesium, dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif, sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.
MRS agar mengandung:
1)      Protein dari kasein 10 g/L
2)      Ekstrak daging 8,0 g/L
3)      Ekstrak ragi 4,0 g/L
4)      D (+) glukosa 20 g/L
5)      Magnesium sulfat 0,2 g/L
6)      Agar-agar 14 g/L
7)      Dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L
8)      Tween 80 1,0 g/L
9)      Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L
10)  Natrium asetat 5 g/L
11)  Mangan sulfat 0,04 g/L
6. Trypticase Soy Broth (TSB)
            TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.
7. Plate Count Agar (PCA)
             PCA digunakan sebagai medium untuk mikrobia aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikrobia (semua jenis mikrobia) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.
8. Potato Dextrose Agar (PDA)
              PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. campur dan panaskan serta aduk. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5,6+0,2.
9. VRBA (Violet Red Bile Agar)
               VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa, sedangkan sel mikrobia bersifat asam. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E.coli. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak, pepton, NaCl, empedu, glukosa, neutral red, kristal violet, agar). Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Dinginkan hingga 50-60°C. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan, pH akhir adalah 7,4. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Neutral red sebagai indikator pH. Agar merupakan agen pemadat.

Unordered List

Sample Text

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Sample Text

Followers

Featured Posts

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget