Jumat, 19 Desember 2014













Microbio-lab
Jual Bakteri Acetobacter xylinum, Acetobacter aceti, Lactobacillus sp., Bacillus sp. Aspergillus niger, Aspergillus oryzae, Saccharomyces sp, dll
Enzym alfa amylase, gluco amylase, beta amylase, Asam asetat.
Telp : 089630561325






Acetobacter xylinum adalah bakteri yang mampu memfermentasi bahan menghasilkan nata (bahan selulosa berupa jeli). Acetobacter xylinum merupakan bakteri berbentuk batang pendek, mempunyai panjang kurang lebih 2 mikron dan permukaan dindingnya berlendir. Acetobacter xylinum mampu mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan asam organik lain pada waktu yang sama, dan mempolimerisasi glukosa sehingga terbentuk selulosa. Bakteri ini biasa digunakan untuk membuat nata de coco/nata de soya/nata de cassava. Bakteri ini merupakan bakteri yang menguntungkan dan tidak berbahaya. 
Acetobacter xylinum memiliki ciri-ciri antara lain merupakan gram negatif pada kultur yang masih muda, sedangkan pada kultur yang sudah tua merupakan gram positif, bersifat obligat aerobic artinya membutuhkan oksigen untuk bernafas, membentuk batang dalam medium asam, sedangkan dalam medium alkali berbentuk oval, bersifat non mortal dan tidak membentuk spora, tidak mampu mencairkan gelatin, tidak memproduksi H2S, tidak mereduksi nitrat dan termal death point pada suhu 65-70°C.
Acetobacter xylinum mengalami pertumbuhan sel secara teratur, mengalami beberapa fase pertumbuhan sel yaitu fase adaptasi, fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan eksponensial, fase pertumbuhan lambat, fase pertumbuhan tetap, fase menuju kematian, dan fase kematian. Acetobacter xylinum akan mengalami fase adaptasi terlebih dahulu jika dipindahkan ke dalam media baru. Pada fase ini terjadi aktivitas metabolisme dan pembesaran sel, meskipun belum mengalami pertumbuhan. Fase pertumbuhan adaptasi dicapai pada 0-24 jam sejak inokulasi. Fase pertumbuhan awal dimulai dengan pembelahan sel dengan kecepatan rendah. Fase ini berlangsung beberapa jam saja. Fase eksponensial dicapai antara 1-5 hari. Pada fase ini bakteri mengeluarkan enzim ektraseluler polimerase sebanyak-banyaknya untuk menyusun polimer glukosa menjadi selulosa. Fase pertumbuhan lambat terjadi karena nutrisi telah berkurang, terdapat metabolit yang bersifat racun yang menghambat pertumbuhan bakteri dan umur sel sudah tua. Pada fase ini pertumbuhan tidak stabil, tetapi jumlah sel yang tumbuh masih lebih banyak dibanding jumlah sel mati. Fase pertumbuhan tetap terjadi keseimbangan antara sel yang tumbuh dan yang mati. Matrik nata lebih banyak diproduksi pada fase ini. Fase menuju kematian terjadi akibat nutrisi dalam media sudah hampir habis. Setelah nutrisi habis, maka bakteri akan mengalami fase kematian. Pada fase kematian, sel dengan cepat mengalami kematian tidak baik untuk dijadikan strain nata.
Pertumbuhan Acetobacter xylinum dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah kandungan nutrisi meliputi jumlah karbon dan nitrogen, tingkat keasaman media, pH, temperatur, dan udara (oksigen). Suhu optimal pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum pada 28–31˚C, pH optimal 3-4, memerlukan oksigen sehingga dalam fermentasi tidak ditutup dengan bahan kedap udara sehingga tidak memungkinkan udara masuk sama sekali, tutup untuk mencegah kotoran masuk ke dalam media yang dapat mengakibatkan kontaminasi.
Bibit Acetobacter xilynum berasal dari kultur murni yang sudah ada dapat dikembangbiakan dengan menggunakan media air kelapa atau substrat nanas. Bibit Acetobacter xilynum  yang dikembangkan dipilih dari bibit yang memiliki kualitas baik tidak terkontaminasi mikroorganisme lain, umur 4-10 hari.














Microbio-Lab
Jual Aneka Isolat Mikroba Untuk Riset
Telp : 089630561325


Fusarium solani adalah jamur berfilamen dalam genus Fusarium dan merupakan anamorph dari Haematonectria haematococcoa1. Fusarium Solani adalah salah satu jamur yang paling sering diisolasi dari puing-puing tanah dan tanaman dan juga berhubungan dengan mikosis invasive serius pada pasien immuno-compromised dan imunosupresi2. Spesis Fusarium telah muncul sebagai salah satu jamur berfilamen klinis yang perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan dan mengancam kehidupan dengan infeksi invasif dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi3.
REPRODUKSI DAN HABITAT Fusarium Solani
Fusarium solani menghasilkan spora aseksual yaitu microconidia dan macroconidia. Reproduksi seksualnya adalah Nectria haematococca (​​Ascomycete) yang menghasilkan chlamydospores dan overwinters sebagai miselium atau spora pada jaringan yang terinfeksi/mati atau biji. Hal ini dapat menyebar melalui udara, peralatan, dan air.
Macroconidia F. solani cenderung silinder di daerah pusat, dinding terlihat paralel dan relatif berat dan tampak kuat. Bentuk Macroconidia tidak semua terlalu melengkung, beberapa individu berbentuk hampir lurus. Mereka ditanggung pada phialides relatif panjang, diproduksi di sporodochia dan terkadang begitu banyak dari budi daya mereka yang bergabung untuk membentuk sebuah tikar besar di permukaan.
Patogen ini menyerang tanaman labu dan cucurbits lain, terutama pada mahkota, dekat permukaan tanah dan menghasilkan jumlah macroconidia yang berlebih pada jaringan sukulen lembab yang diserang. Selanjutnya, terbawa air dan dapat menyebar melalui spora bidang bawah baris atau lingkaran, melalui irigasi atau percikan hujan. Jamur ini juga dapat menyerang buah yang tergeletak di tanah dan kemudian tumbuh menjadi benih. Ini adalah salah satu patogen beberapa spesies fusarium yang mungkin benih-ditanggung secara internal, bukan hanya saat lewat di dalam kontaminasi sampah lapangan di banyak benih, seperti halnya dengan sebagian besar anggota spesies ini dan banyak dari mereka dari F. oxysporum juga. Chlamydospores cenderung agak berumur pendek di tanah. Meskipun chlamydospores dapat segera diproduksi dalam bentuk ini, mereka cenderung agak berumur pendek di tanah. Jadi, cukup aman untuk menanam kembali cucurbits setelah wabah penyakit dengan sekitar satu atau dua tahun absen dari tanaman. Kebanyakan baru diisolasi dari pembudidayaan F. Solani, f. sp. cucurbitae mampu menghasilkan perithecia ketika dipasangkan dengan pasangan kawin yang tepat. Namun berbagai bentuk jenis klonal secara luas terpisah secara geografis sehingga perithecia belum terlihat di alam. Menarik untuk diambil spekulasi tentang mengapa organisme mempertahankan kemampuan seksual kompleks padahal mereka tidak menggunakannya. Namun demikian, karena isolat masing-masing karakteristik daerah pembudidayaan yang berbeda, termasuk (tipe kawin, vs + -), seks (laki-laki vs perempuan, berbeda dengan kompatibilitas), warna perithecial (merah vs putih), ascospore warna (tan vs putih), anggota formulir ini telah lama digunakan dalam studi genetika jamur dan ini mungkin memiliki arti lebih dari peran mereka sebagai patogen. Juga dikenal  F. solani f. sp. cucurbitae yang terutama menyerang buah. Hal ini heterothallic, tetapi tidak interfertile dengan isolat I ras dan tampaknya akan lebih beradaptasi dibanding I ras sebagai penghuni tanah. Namun demikian, dapat menyebabkan kerugian yang signifikan dari tanaman di lapangan karena membusuk. Jamur dapat memasuki buah yang tergeletak di tanah.4
Habitat Fusarium Solani 5 :
·        Manusia,
·        Tanah,
·        Tepung,
·        Melon,
·        Timun,
·        Kacang kedelai,
·        Kentang,
·        Tomat, dll.
MANFAAT DARI Fusarium Solani
Kebanyakan dari spesies Fusarium merupakan patogen dan banyak menyebabkan kerusakan pada tanaman sehingga terjadilah kegagalan masa panen, termasuk Fusarium Solani  yang sering menyebabkan penyakit pada daun padi, tomat, tebu, kedelai dan pisang4 . Namun, pada beberapa spesies non-patogen dari Fusarium  dapat berguna untuk melindungi tanaman dari serangan cendawan lainnya. Seperti pada kasus Root-knot nematodes yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. Meloidogyne merupakan parasit tumbuhan yang banyak terdapat pada tanaman di seluruh dunia. Parasit ini jelas sangat merugikan baik dari segi menurunnya kualitas hingga berdampak pada ekonomi komoditas tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, Fusarium Solani yang notabene banyak terdapat pada tanah dan merupakan jamur yang patogen, dapat dimanfaatkan untuk mencegah tumbuhnya nematoda parasit. Fusarium Solani yang disatu sisi dapat menyerang dan merusak tanaman pula, namun pada hal ini endophites seperti Fusarium Solani  baik sendiri maupun dikombinasikan dengan volatil turunan tumbuhan lainnya dengan dosis yang pas dapat memberikan suatu solusi terhadap pelarangan penggunaan pestisida kimia seperti methyl bromide sebagai perawatan tanaman pertanian11.
KERUSAKAN PADA BAHAN MAKANAN YANG DITIMBULKAN OLEH Fusarium Solani
Beberapa spesies Fusarium merupakan patogen pada tanaman yang dapat menyebabkan penyakit hawar yang menyerang gandum di berbagai belahan Eropa, Amerika, dan Asia hingga menjadi epidemik dan mengakibatkan kerugian akibat kegagalan panen. Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium ini umumnya disebut sebagai Fusarium head blight (FHB) atau scab dan dipengaruhi oleh kelembaban udara yang berlebihan pada musim tertentu. FBH dapat diatasi dengan penggunaan benih tanaman gandum transgenik yang resisten terhadap FBH. Umumnya ada dua tipe tanaman resisten FBH, yaitu tanaman yang resisten terhadap penetrasi Fusarium dan tanaman yang resisten terhadap penyebaran Fusarium di dalam jaringan tubuhnya.  Kerusakan pangan yang paling sering terjadi yang diakibatkan oleh Fusarium Solani  adalah kerusakan yang ada pada kentang atau yang biasa disebut dry root. Dry root adalah busuk kering yang menyerang kulit kayu,  kerusakan pangan ini sering terjadi pasca panen6
 Gejala dari pembusukan ini adalah permukaan kentang menjadi keriput atau cekung ke dalam dan jaringan internalnya berwarna coklat serta membusuk. Penyakit ini dapat dikontrol dengan melakukan pembersihan dan desinfeksi alat-alat pemanenan dan menyimpan hasil panen pada tempat dengan humiditas yang tidak terlalu tinggi.
             Selain Dry rot, Fusarium Solani juga dapat menyebabkan kerusakan yaitu stem rot.  Stem rot merupakan kerusakan yang terjadi pada batang tanaman tersebut . Gejala yang muncul pada tanaman yang terkena stem rot adalah tanaman tersebut membengkak, dan warnanya berubah menjadi orange pada batang bagian atas serta tanaman tersebut menjadi layu, warna daun terbawah akan berubah dan kemudian tanaman tersebut mati. 
         
INFEKSI Fusarium Solani PADA TUBUH MANUSIA
 dapat menginfeksi manusia dan hewan secara aerosol (melalui udara) apabila inang menghirup konidia dari cendawan patogen tersebut. Cara lain penyebaran cendawan ini adalah melalui infeksi nosokomial dari pembuangan limbah air atau tanaman di rumah sakit maupun melalui membran mukosa manusia. Spesies yang umum menyerang manusia adalah F. solani, F. oxysporum, dan F. moniliforme yang menyebabkan infeksi invasif dan superfisial pada manusia. Cendawan ini dapat menyerang individu dengan sistem imun rentan (imunospresif) maupun imunokompeten. Individu dengan imunitas normal dapat terserang keratitis yang menyebabkan infeksi lokal pada kornea, kulit, dan kuku. Umumnya, inang imunokompeten akan terserang infeksi Fusarium yang terlokalisasi pada bagian tertentu, contohnya peritonitis, onikomikosis, infeksi tulang, dan endoftalmitis. Apabila menyerang inang imunosupresif maka infeksi yang terjadi biasanya bersifat menyebar, seperti infeksi sistem saraf pusat, pneumonia, sinusitis, abses otak, dan lain-lain. Untuk mengobati infeksi Fusarium, dapat digunakan senyawa antifungal berupa voriconazole dan posaconazole. Sementara itu, khusus untuk infeksi yang menyebar, dapat dilakukan transplantasi sumsum tulang kepada penderita sebagai langkah pengobatannya.
Infeksi yang dapat terjadi dan paling sering muncul pada manusia akibat Fusarium Solani ini adalah Toenail Fungus.         
Nail fungus atau jamur kuku adalah infeksi jamur pada satu atau lebih kuku. Infeksi kuku dengan jamur mungkin bermula sebagai bercak putih atau kuning di bawah ujung kuku atau kuku. Jamur kuku dapat menyebar lebih dalam ke kuku, sehingga dapat menyebabkan kuku menghitamkan, menebal dan mengembangkan tepi yang rapuh. Kondisi ini merupakan masalah yang mempengaruhi estetika kuku dan berpotensi menyakitkan. Infeksi jamur kuku mungkin sulit untuk diobati, dan mungkin dapat kambuh lagi. Tetapi tersedia obat untuk membantu membersihkan jamur kuku.
Ada klasifikasi yang berbeda dari jamur kuku, tergantung pada jenis jamur dan manifestasinya. Sehingga mungkin dapat memiliki tanda dan gejala yang agak berbeda. Secara umum, dapat didiagnosa sebagai jamur kuku juga atau onikomikosis jika satu atau lebih kuku memiliki tanda atau gejala berikut:
1.                  Kuku menebal.
2.                  Kuku rapuh atau mudah hancur.
3.                  Bentuk kuku terdistorsi.
4.                  Kuku kusam atau tanpa kilau.
5.                  Kuku berwarna gelap Kuku yang terinfeksi juga dapat patah atau terpisah dengan kuku yang sehat, kondisi ini disebut onycholysis. Mungkin merasa nyeri pada jari-jari kaki atau ujung jari dan terdeteksi dengan bau yang sedikit busuk.
Infeksi jamur kuku biasanya disebabkan oleh jamur yang termasuk dalam kelompok jamur dermatofit. Kuku sering terbatas dalam lingkungan yang gelap hangat, lembab di dalam sepatu, lingkungan tersebut menyebabkan jamur dapat berkembang. Sirkulasi darah berkurang ke jari kaki dibandingkan dengan jari membuat lebih sulit bagi sistem kekebalan tubuh untuk mendeteksi dan menghilangkan infeksi.
Jamur kuku bisa sulit untuk diobati, dan infeksi berulang adalah merupakan hal yang umum. Krim anti jamur kuku dan salep banyak yang tersedia tanpa resep, tetapi tidak cukup efektif. Jika memiliki kutu air serta jamur kuku, maka harus merawat kaki dengan obat topikal dan memastikan kaki selalu bersih dan kering. Untuk mengobati jamur kuku, dokter mungkin meresepkan obat anti jamur oral. Dokter mungkin juga menyarankan perawatan lain untuk jamur kuku, antara lain:
1.                  Antijamur lacquer
2.                  Obat topikal
3.                  Bedah
Selain sebagai salah satu penyebab toenail fungus/nail fungus/ jamur kuku, Fusarium Solani juga dapat menyebabkan infeksi infansif dan superfisial pada manusia. 1 Tidak hanya pada manusia, Fusarium Solani juga bisa menginfeksi pada hewan seperti contohnya mikosis pada penyu. Pada cangkang penyu yang terinfeksi jamur Fusarium Solani akan muncul bercak lesi putih dan lunak.
Mikosisis juga bisa terjadi pada manusia. Mikosis dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu:
1.Non Dermatofitosis
Biasanya terjadi pada kulit yang paling luar. Hal ini disebabkan jenis jamur yang tidak dapat mengeluarkan zat yang dapat mencerna keratin kulit dan tetap hanya menyerang kulit yang paling luar.
2.Dermatofitosis
Penyakit ini disebabkan oleh golongan jamur dermatofit. Golongan jamur ini dapat mencerna keratin kulit oleh karena mempunyai daya tarik kepada keratin ( keratinofilik ) sehingga infeksi jamur dapat menyerang lapisan kulit mulai dari stratumkorneurm sampai dengan stratum basalis.
Prognosis dari mikosis ini dipengaruhi oleh bentuk klinik dan penyebab penyakitnya disamping faktor-faktor yang memperberat atau memperingan mikosis tersebut. Apabila faktor-faktor yang memperberat penyakit dapat dihilangkan, umumnya penyakit ini dapat hilang sempurna.
Sumber : http://teenagerssukses.blogspot.com/











Microbio-Lab
Jual Aneka Isolat Mikroba Untuk Riset
Telp : 089630561325


Fusarium solani adalah jamur berfilamen dalam genus Fusarium dan merupakan anamorph dari Haematonectria haematococcoa1. Fusarium Solani adalah salah satu jamur yang paling sering diisolasi dari puing-puing tanah dan tanaman dan juga berhubungan dengan mikosis invasive serius pada pasien immuno-compromised dan imunosupresi2. Spesis Fusarium telah muncul sebagai salah satu jamur berfilamen klinis yang perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan dan mengancam kehidupan dengan infeksi invasif dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi3.
REPRODUKSI DAN HABITAT Fusarium Solani
Fusarium solani menghasilkan spora aseksual yaitu microconidia dan macroconidia. Reproduksi seksualnya adalah Nectria haematococca (​​Ascomycete) yang menghasilkan chlamydospores dan overwinters sebagai miselium atau spora pada jaringan yang terinfeksi/mati atau biji. Hal ini dapat menyebar melalui udara, peralatan, dan air.
Macroconidia F. solani cenderung silinder di daerah pusat, dinding terlihat paralel dan relatif berat dan tampak kuat. Bentuk Macroconidia tidak semua terlalu melengkung, beberapa individu berbentuk hampir lurus. Mereka ditanggung pada phialides relatif panjang, diproduksi di sporodochia dan terkadang begitu banyak dari budi daya mereka yang bergabung untuk membentuk sebuah tikar besar di permukaan.
Patogen ini menyerang tanaman labu dan cucurbits lain, terutama pada mahkota, dekat permukaan tanah dan menghasilkan jumlah macroconidia yang berlebih pada jaringan sukulen lembab yang diserang. Selanjutnya, terbawa air dan dapat menyebar melalui spora bidang bawah baris atau lingkaran, melalui irigasi atau percikan hujan. Jamur ini juga dapat menyerang buah yang tergeletak di tanah dan kemudian tumbuh menjadi benih. Ini adalah salah satu patogen beberapa spesies fusarium yang mungkin benih-ditanggung secara internal, bukan hanya saat lewat di dalam kontaminasi sampah lapangan di banyak benih, seperti halnya dengan sebagian besar anggota spesies ini dan banyak dari mereka dari F. oxysporum juga. Chlamydospores cenderung agak berumur pendek di tanah. Meskipun chlamydospores dapat segera diproduksi dalam bentuk ini, mereka cenderung agak berumur pendek di tanah. Jadi, cukup aman untuk menanam kembali cucurbits setelah wabah penyakit dengan sekitar satu atau dua tahun absen dari tanaman. Kebanyakan baru diisolasi dari pembudidayaan F. Solani, f. sp. cucurbitae mampu menghasilkan perithecia ketika dipasangkan dengan pasangan kawin yang tepat. Namun berbagai bentuk jenis klonal secara luas terpisah secara geografis sehingga perithecia belum terlihat di alam. Menarik untuk diambil spekulasi tentang mengapa organisme mempertahankan kemampuan seksual kompleks padahal mereka tidak menggunakannya. Namun demikian, karena isolat masing-masing karakteristik daerah pembudidayaan yang berbeda, termasuk (tipe kawin, vs + -), seks (laki-laki vs perempuan, berbeda dengan kompatibilitas), warna perithecial (merah vs putih), ascospore warna (tan vs putih), anggota formulir ini telah lama digunakan dalam studi genetika jamur dan ini mungkin memiliki arti lebih dari peran mereka sebagai patogen. Juga dikenal  F. solani f. sp. cucurbitae yang terutama menyerang buah. Hal ini heterothallic, tetapi tidak interfertile dengan isolat I ras dan tampaknya akan lebih beradaptasi dibanding I ras sebagai penghuni tanah. Namun demikian, dapat menyebabkan kerugian yang signifikan dari tanaman di lapangan karena membusuk. Jamur dapat memasuki buah yang tergeletak di tanah.4
Habitat Fusarium Solani 5 :
·        Manusia,
·        Tanah,
·        Tepung,
·        Melon,
·        Timun,
·        Kacang kedelai,
·        Kentang,
·        Tomat, dll.
MANFAAT DARI Fusarium Solani
Kebanyakan dari spesies Fusarium merupakan patogen dan banyak menyebabkan kerusakan pada tanaman sehingga terjadilah kegagalan masa panen, termasuk Fusarium Solani  yang sering menyebabkan penyakit pada daun padi, tomat, tebu, kedelai dan pisang4 . Namun, pada beberapa spesies non-patogen dari Fusarium  dapat berguna untuk melindungi tanaman dari serangan cendawan lainnya. Seperti pada kasus Root-knot nematodes yang disebabkan oleh Meloidogyne spp. Meloidogyne merupakan parasit tumbuhan yang banyak terdapat pada tanaman di seluruh dunia. Parasit ini jelas sangat merugikan baik dari segi menurunnya kualitas hingga berdampak pada ekonomi komoditas tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, Fusarium Solani yang notabene banyak terdapat pada tanah dan merupakan jamur yang patogen, dapat dimanfaatkan untuk mencegah tumbuhnya nematoda parasit. Fusarium Solani yang disatu sisi dapat menyerang dan merusak tanaman pula, namun pada hal ini endophites seperti Fusarium Solani  baik sendiri maupun dikombinasikan dengan volatil turunan tumbuhan lainnya dengan dosis yang pas dapat memberikan suatu solusi terhadap pelarangan penggunaan pestisida kimia seperti methyl bromide sebagai perawatan tanaman pertanian11.
KERUSAKAN PADA BAHAN MAKANAN YANG DITIMBULKAN OLEH Fusarium Solani
Beberapa spesies Fusarium merupakan patogen pada tanaman yang dapat menyebabkan penyakit hawar yang menyerang gandum di berbagai belahan Eropa, Amerika, dan Asia hingga menjadi epidemik dan mengakibatkan kerugian akibat kegagalan panen. Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium ini umumnya disebut sebagai Fusarium head blight (FHB) atau scab dan dipengaruhi oleh kelembaban udara yang berlebihan pada musim tertentu. FBH dapat diatasi dengan penggunaan benih tanaman gandum transgenik yang resisten terhadap FBH. Umumnya ada dua tipe tanaman resisten FBH, yaitu tanaman yang resisten terhadap penetrasi Fusarium dan tanaman yang resisten terhadap penyebaran Fusarium di dalam jaringan tubuhnya.  Kerusakan pangan yang paling sering terjadi yang diakibatkan oleh Fusarium Solani  adalah kerusakan yang ada pada kentang atau yang biasa disebut dry root. Dry root adalah busuk kering yang menyerang kulit kayu,  kerusakan pangan ini sering terjadi pasca panen6
 Gejala dari pembusukan ini adalah permukaan kentang menjadi keriput atau cekung ke dalam dan jaringan internalnya berwarna coklat serta membusuk. Penyakit ini dapat dikontrol dengan melakukan pembersihan dan desinfeksi alat-alat pemanenan dan menyimpan hasil panen pada tempat dengan humiditas yang tidak terlalu tinggi.
             Selain Dry rot, Fusarium Solani juga dapat menyebabkan kerusakan yaitu stem rot.  Stem rot merupakan kerusakan yang terjadi pada batang tanaman tersebut . Gejala yang muncul pada tanaman yang terkena stem rot adalah tanaman tersebut membengkak, dan warnanya berubah menjadi orange pada batang bagian atas serta tanaman tersebut menjadi layu, warna daun terbawah akan berubah dan kemudian tanaman tersebut mati. 
         
INFEKSI Fusarium Solani PADA TUBUH MANUSIA
 dapat menginfeksi manusia dan hewan secara aerosol (melalui udara) apabila inang menghirup konidia dari cendawan patogen tersebut. Cara lain penyebaran cendawan ini adalah melalui infeksi nosokomial dari pembuangan limbah air atau tanaman di rumah sakit maupun melalui membran mukosa manusia. Spesies yang umum menyerang manusia adalah F. solani, F. oxysporum, dan F. moniliforme yang menyebabkan infeksi invasif dan superfisial pada manusia. Cendawan ini dapat menyerang individu dengan sistem imun rentan (imunospresif) maupun imunokompeten. Individu dengan imunitas normal dapat terserang keratitis yang menyebabkan infeksi lokal pada kornea, kulit, dan kuku. Umumnya, inang imunokompeten akan terserang infeksi Fusarium yang terlokalisasi pada bagian tertentu, contohnya peritonitis, onikomikosis, infeksi tulang, dan endoftalmitis. Apabila menyerang inang imunosupresif maka infeksi yang terjadi biasanya bersifat menyebar, seperti infeksi sistem saraf pusat, pneumonia, sinusitis, abses otak, dan lain-lain. Untuk mengobati infeksi Fusarium, dapat digunakan senyawa antifungal berupa voriconazole dan posaconazole. Sementara itu, khusus untuk infeksi yang menyebar, dapat dilakukan transplantasi sumsum tulang kepada penderita sebagai langkah pengobatannya.
Infeksi yang dapat terjadi dan paling sering muncul pada manusia akibat Fusarium Solani ini adalah Toenail Fungus.         
Nail fungus atau jamur kuku adalah infeksi jamur pada satu atau lebih kuku. Infeksi kuku dengan jamur mungkin bermula sebagai bercak putih atau kuning di bawah ujung kuku atau kuku. Jamur kuku dapat menyebar lebih dalam ke kuku, sehingga dapat menyebabkan kuku menghitamkan, menebal dan mengembangkan tepi yang rapuh. Kondisi ini merupakan masalah yang mempengaruhi estetika kuku dan berpotensi menyakitkan. Infeksi jamur kuku mungkin sulit untuk diobati, dan mungkin dapat kambuh lagi. Tetapi tersedia obat untuk membantu membersihkan jamur kuku.
Ada klasifikasi yang berbeda dari jamur kuku, tergantung pada jenis jamur dan manifestasinya. Sehingga mungkin dapat memiliki tanda dan gejala yang agak berbeda. Secara umum, dapat didiagnosa sebagai jamur kuku juga atau onikomikosis jika satu atau lebih kuku memiliki tanda atau gejala berikut:
1.                  Kuku menebal.
2.                  Kuku rapuh atau mudah hancur.
3.                  Bentuk kuku terdistorsi.
4.                  Kuku kusam atau tanpa kilau.
5.                  Kuku berwarna gelap Kuku yang terinfeksi juga dapat patah atau terpisah dengan kuku yang sehat, kondisi ini disebut onycholysis. Mungkin merasa nyeri pada jari-jari kaki atau ujung jari dan terdeteksi dengan bau yang sedikit busuk.
Infeksi jamur kuku biasanya disebabkan oleh jamur yang termasuk dalam kelompok jamur dermatofit. Kuku sering terbatas dalam lingkungan yang gelap hangat, lembab di dalam sepatu, lingkungan tersebut menyebabkan jamur dapat berkembang. Sirkulasi darah berkurang ke jari kaki dibandingkan dengan jari membuat lebih sulit bagi sistem kekebalan tubuh untuk mendeteksi dan menghilangkan infeksi.
Jamur kuku bisa sulit untuk diobati, dan infeksi berulang adalah merupakan hal yang umum. Krim anti jamur kuku dan salep banyak yang tersedia tanpa resep, tetapi tidak cukup efektif. Jika memiliki kutu air serta jamur kuku, maka harus merawat kaki dengan obat topikal dan memastikan kaki selalu bersih dan kering. Untuk mengobati jamur kuku, dokter mungkin meresepkan obat anti jamur oral. Dokter mungkin juga menyarankan perawatan lain untuk jamur kuku, antara lain:
1.                  Antijamur lacquer
2.                  Obat topikal
3.                  Bedah
Selain sebagai salah satu penyebab toenail fungus/nail fungus/ jamur kuku, Fusarium Solani juga dapat menyebabkan infeksi infansif dan superfisial pada manusia. 1 Tidak hanya pada manusia, Fusarium Solani juga bisa menginfeksi pada hewan seperti contohnya mikosis pada penyu. Pada cangkang penyu yang terinfeksi jamur Fusarium Solani akan muncul bercak lesi putih dan lunak.
Mikosisis juga bisa terjadi pada manusia. Mikosis dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu:
1.Non Dermatofitosis
Biasanya terjadi pada kulit yang paling luar. Hal ini disebabkan jenis jamur yang tidak dapat mengeluarkan zat yang dapat mencerna keratin kulit dan tetap hanya menyerang kulit yang paling luar.
2.Dermatofitosis
Penyakit ini disebabkan oleh golongan jamur dermatofit. Golongan jamur ini dapat mencerna keratin kulit oleh karena mempunyai daya tarik kepada keratin ( keratinofilik ) sehingga infeksi jamur dapat menyerang lapisan kulit mulai dari stratumkorneurm sampai dengan stratum basalis.
Prognosis dari mikosis ini dipengaruhi oleh bentuk klinik dan penyebab penyakitnya disamping faktor-faktor yang memperberat atau memperingan mikosis tersebut. Apabila faktor-faktor yang memperberat penyakit dapat dihilangkan, umumnya penyakit ini dapat hilang sempurna.
Sumber : http://teenagerssukses.blogspot.com/

Kamis, 18 Desember 2014











Microbio-Lab
Jual Aneka Isolat Mikroba Untuk Riset
Telp : 089630561325



Golongan
Spesies
Hasil Metabolit
Kegunaan
Produk Pangan
Bakteri
Acetobacter Xylinum
Asam asetat
Fermentasi Nata
Nata de coco
Bakteri
Acetobacter Oxidans
Asam asetat
Mengoksidasi alkohol pada fermentasi kakao
Nata de cacao
Bakteri
Acetobacter Rancens
Asam asetat
Mengoksidasi alkohol pada fermentasi kakao
Nata de cacao
Bakteri
Acetobacter Aceti
Asam asetat
Mengoksidasi alkohol
Asam asetat
Bakteri
Acetobacter Melagens
Asam asetat
Mengoksidasi alkohol pada fermentasi kakao
Nata de cacao
Bakteri
Aerobacter Spp.
Dekstran
Sebagai pengganti plasma darah

Bakteri
Alcaligenes Faecalis Var. Myxogenes
Dekstran
Sebagai pengganti plasma darah

Bakteri
Brevibacterium Flavum
Asam glutamat
Sebagai fermentasi asam glutamat
Vetsin
Bakteri
Brevibacterium
Asam sitrat
Digunakan dalam industri makanan, farmasi,kosmetik

Bakteri
Bacillus Subtilis
Gliserol
Probiotik

Bakteri
Clostridium Butiricum
Asam butirat, asam propionat


Bakteri
Corinebacterium
Asam glutamat
Sebagai fermentasi asam glutamat
Vetsin
Bakteri
Clostridium aetobutylicum
Aseton, butanol, isopropanol
Fermentasi aseton, butanol, isopropanol

Bakteri
Clostridium Botulicum
Aseton, butanol, isopropanol
Fermentasi aseton, butanol, isopropanol

Bakteri
Clostridium Thermocellum
Asam asetat


Bakteri
Clostridium Thermoacetium
Asam asetat


Bakteri
Corynebacterium
Asam sitrat
Digunakan dalam industri makanan,farmasi,kosmetik

Bakteri
Debarymyces
Xilitolss


Bakteri
Erwinia Dissolvent



Bakteri
Lactobacillus Bulgaricus
Asam laktat
Fermentasi keju
Keju Swiss
Bakteri
Lactobacillus Sp.
Asam laktat
Fermentasi keju, yoghurt, mentega
Keju, yoghurt, mentega
Bakteri
Lactobacillus Casei
Asam laktat
Pematangan dalam fermentasi keju
Keju
Bakteri
Lactobacillus Helvenicus
Asam laktat
Sebagai starter pembuatan keju
Keju
Bakteri
Lactobacillus Lactis
Asam laktat
Fermentasi keju
Keju
Bakteri
Leuconostoc Dextranicum
Asam sitrat
Sebagai starter, pembentukan curd dan cita rasa
Mentega
Bakteri
Leuconostoc Citrovorum
Asam sitrat
Pembentuk senyawa perisa, cita rasa dan curd
Mentega
Bakteri
Leuconostoc Mesenteroides
Dekstran


Bakteri
Leuconostoc delbrueckli
Asam laktat
Bahan tambahan pada minuman ringan
Esens, sari buah, jam, sirup
Bakteri
Leuconostoc Liechmannii
Asam laktat
Bahan tambahan pada minuman ringan
Esens, sari buah, jam , sirup
Bakteri
Micrococcus Sp.


Sosis
Bakteri
Micrococcus Glutamicus
Lysin


Bakteri
Pediococcus Cereviceae


Sosis
Bakteri
Prepionibacterium Skermanii

Pembentuk perisa pada keju
Keju Swiss
Bakteri
Prepionibacterium Petersonii

Pembentuk perisa pada keju
Keju Swiss
Bakteri
Pseudomonas Clodea
Gellan/polytran
Pencampur tinta, cat dan pelapis biji

Bakteri
Pseudomonas Spp.
Alginat
Sebagai bahan pengental

Bakteri
Streptococcus thermophilus
Asam laktat
Pembentuk lendir
Yoghurt, keju
Bakteri
Streptococcus Lactis
Asam laktat
Sebagai starter
Keju, mentega
Bakteri
Streptococcus Cremoris
Asam laktat

keju
Khamir
Amylomyces rouxii
Ethanol
Sebagai fermentasi beras ketan
Tape ketan
Khamir
Chlamidomucor Sp.
Ethanol
Sebagai fermentasi beras ketan
Tape ketan
Khamir
Rhizopus Sp.
Ethanol
Sebagai fermentasi ketela pohon
Tape singkong, brem padat
Khamir
Saccharomyces Sp.
Ethanol
Sebagai fermentasi cairan aren
Tuak
Kapang
Aspergillus oryzae

Sebagai fermentasi kedelai
Tempe, kecap, tauco





Kapang
Aspergillus niger

Sebagai fermentasi kedelai
Tempe, kecap, tauco
Dan lain-lain
..


Unordered List

Sample Text

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Sample Text

Followers

Featured Posts

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget